5. Berikan Penawaran yang Relevan
Diskon memang menarik, tetapi bukan berarti setiap pelanggan harus selalu diberikan potongan harga.
Bisnis dapat memberikan penawaran berdasarkan kebutuhan dan riwayat pembelian. Contohnya, pelanggan yang pernah membeli produk tertentu dapat ditawari produk pelengkap yang memang relevan.
Dengan cara tersebut, pelanggan mendapatkan penawaran yang lebih sesuai kebutuhannya, sedangkan bisnis memiliki peluang meningkatkan nilai transaksi.
6. Mudahkan Pelanggan untuk Membeli Lagi
Pelanggan yang sudah mengenal produk sebenarnya sudah memiliki modal kepercayaan. Jangan sampai mereka batal membeli kembali hanya karena proses pemesanan terlalu rumit.
Sediakan proses pemesanan yang sederhana, metode pembayaran yang beragam dan informasi produk yang mudah ditemukan. Untuk bisnis online, pelanggan juga sebaiknya dapat dengan mudah menemukan kembali produk yang pernah dibeli.
Kemudahan melakukan pembelian ulang menjadi salah satu faktor penting dalam strategi mempertahankan pelanggan.
7. Dengarkan Keluhan dan Masukan
Keluhan pelanggan tidak selalu harus dianggap sebagai ancaman. Justru, keluhan dapat menjadi sumber informasi untuk mengetahui bagian bisnis yang perlu diperbaiki.
Berikan ruang bagi pelanggan untuk menyampaikan kritik dan saran. Ketika terjadi masalah, tanggapi dengan cepat dan berikan solusi yang masuk akal.
Pelanggan mungkin masih dapat memaklumi kesalahan, tetapi mereka akan lebih sulit menerima apabila keluhannya diabaikan.
8. Berikan Apresiasi kepada Pelanggan Lama
Pelanggan yang sudah berkali-kali membeli merupakan aset penting bagi bisnis. Karena itu, jangan hanya memberikan perhatian kepada calon pelanggan baru.
Apresiasi sederhana dapat diberikan melalui ucapan khusus, bonus kecil, akses produk tertentu, voucher atau keuntungan eksklusif bagi pelanggan yang sudah lama bertransaksi.
Tujuannya bukan semata-mata memberikan hadiah, tetapi menunjukkan bahwa bisnis menghargai hubungan yang telah terbentuk.









