2. Jangan Putus Komunikasi Setelah Transaksi
Kesalahan yang sering dilakukan bisnis adalah menganggap transaksi sebagai akhir hubungan dengan pelanggan.
Padahal, komunikasi setelah pembelian dapat menjadi kesempatan untuk membangun hubungan. Pelaku usaha dapat mengirim ucapan terima kasih, menanyakan pengalaman menggunakan produk, memberikan informasi cara penggunaan atau mengingatkan pelanggan ketika sudah waktunya melakukan pembelian kembali.
Komunikasi tersebut sebaiknya tidak selalu berisi promosi. Berikan informasi yang benar-benar berguna sehingga pelanggan tidak merasa hanya menjadi sasaran iklan.
3. Kenali Kebiasaan dan Kebutuhan Pelanggan
Data transaksi dapat membantu bisnis memahami perilaku konsumennya. Perhatikan produk yang sering dibeli, waktu pembelian, frekuensi transaksi dan jenis penawaran yang paling menarik perhatian pelanggan.
Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk membuat komunikasi yang lebih relevan.
Misalnya, pelanggan yang rutin membeli produk tertentu dapat memperoleh pengingat ketika produk tersebut diperkirakan sudah habis. Sementara pelanggan yang sudah lama tidak bertransaksi dapat diberikan penawaran khusus untuk kembali berbelanja.
Pendekatan berdasarkan perilaku pelanggan dapat membuat promosi menjadi lebih tepat sasaran dibandingkan mengirimkan penawaran yang sama kepada semua orang.
4. Buat Program Loyalitas yang Sederhana
Program loyalitas dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan alasan tambahan bagi pelanggan agar kembali bertransaksi.
Bentuknya tidak harus rumit. Bisnis kecil dapat memberikan poin pembelian, potongan harga setelah beberapa kali transaksi, hadiah khusus pelanggan tetap atau akses lebih awal terhadap produk baru.
Yang paling penting, aturan program harus mudah dipahami dan manfaatnya terasa bagi pelanggan. Program loyalitas yang terlalu rumit justru dapat mengurangi minat pelanggan untuk menggunakannya.









