Opini  

Tanjung Jabung: Beranda Energi dan Gerbang Kemajuan Jambi

Dari Migas, Kelapa, Sawit, hingga Kekuatan Maritim Masa Depan

Pakar Ekonomi Jambi Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

Oleh:
Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.
Pakar Ekonomi | Guru Besar dan Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Jambi

Di peta administrasi Provinsi Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat merupakan dua kabupaten yang berbeda.

Namun, dari perspektif sejarah, geografi, ekonomi, dan masa depan pembangunan, keduanya sesungguhnya merupakan satu kesatuan kawasan yang tidak dapat dipisahkan. Pemekaran wilayah pada tahun 1999 memang melahirkan dua pemerintahan daerah yang berbeda, tetapi tidak memisahkan sungai yang sama, laut yang sama, budaya yang sama, dan ruang ekonomi yang saling terhubung.

Karena itu, masa depan kedua kabupaten tersebut tidak dapat dipandang secara terpisah. Keduanya merupakan dua sisi dari satu kawasan strategis yang selama ini menjadi beranda timur Provinsi Jambi sekaligus salah satu simpul penting pembangunan ekonomi daerah.

Posisi Tanjung Jabung sangat istimewa dalam lanskap pembangunan Jambi. Di kawasan inilah Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Sumatra, bermuara setelah mengalir melintasi sebagian besar wilayah provinsi.

Di hadapannya terbentang pesisir timur Sumatra yang terhubung langsung dengan jalur perdagangan internasional di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Sejak masa Kesultanan Jambi hingga era modern, kawasan ini menjadi titik temu antara aktivitas daratan dan maritim, antara produksi komoditas dan perdagangan antarpulau.

Baca Juga :  Opini Musri Nauli SH : Keteguhan di Dalam Memilih

Letaknya yang berada di hilir menjadikan Tanjung Jabung sebagai pintu keluar berbagai komoditas unggulan Jambi sekaligus gerbang masuk berbagai peluang ekonomi dari luar daerah. Tidak berlebihan apabila kawasan ini disebut sebagai salah satu aset strategis terpenting yang dimiliki Provinsi Jambi.

Keunggulan geografis tersebut diperkuat oleh kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Tanjung Jabung Barat dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil minyak dan gas bumi terpenting di Provinsi Jambi.

Selama puluhan tahun, sektor migas menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus sumber energi yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Sebagian denyut ekonomi Jambi sesungguhnya bertumpu pada kawasan ini.

Ketika berbicara tentang energi daerah, maka Tanjung Jabung adalah salah satu fondasi utamanya. Oleh karena itu, julukan Beranda Energi Jambi bukan sekadar ungkapan simbolik, melainkan cerminan dari peran strategis yang telah dimainkan kawasan ini selama puluhan tahun.

Besarnya aktivitas ekonomi tersebut tercermin dari berbagai indikator pembangunan. Berdasarkan data Jambi Data Analytics Center (JDAC) tahun 2024, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Tanjung Jabung Barat mencapai sekitar Rp166,33 juta per tahun, tertinggi di Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Membangun Daerah Berdasarkan Kesetaraan, Bukan Mayoritas dan Minoritas

Pada periode yang sama, PDRB per kapita Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencapai sekitar Rp114,22 juta per tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa Tanjung Jabung bukan kawasan pinggiran, melainkan salah satu pusat kekuatan ekonomi Jambi.

Namun, tingginya angka makro ekonomi tersebut sekaligus menghadirkan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah kekuatan ekonomi itu telah sepenuhnya berubah menjadi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat?

Kekuatan Tanjung Jabung sesungguhnya tidak hanya bertumpu pada sektor migas. Kawasan ini juga merupakan salah satu sentra perkebunan terpenting di Provinsi Jambi.

Sawit, kelapa, dan pinang menjadi sumber penghidupan bagi ribuan rumah tangga dan penggerak utama ekonomi pedesaan. Tanjung Jabung Timur memiliki areal sawit rakyat lebih dari 58 ribu hektare dengan produksi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara itu, Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat juga dikenal sebagai sentra kelapa terbesar di Provinsi Jambi. Komoditas pinang yang berkembang di kawasan ini bahkan telah menembus pasar ekspor ke India, Pakistan, Bangladesh, dan sejumlah negara Asia Selatan lainnya.

Kekuatan perkebunan tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi Tanjung Jabung jauh lebih beragam dibandingkan banyak daerah penghasil sumber daya lainnya.