Daerah  

Jumlah Tenaga Kerja di Jambi Turun 3.081 Orang pada Februari 2026, Pengangguran Menyusut

Infografis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi menunjukkan struktur ketenagakerjaan di Provinsi Jambi periode Februari 2026, termasuk jumlah angkatan kerja, penduduk bekerja, dan tingkat pengangguran. Foto: BPS Provinsi Jambi

SIDKAPOST.ID, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah tenaga kerja di Provinsi Jambi mengalami penurunan pada Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Struktur Ketenagakerjaan Provinsi Jambi Februari 2026, jumlah tenaga kerja berkurang sebanyak 3.081 orang.

Dari total 2,85 juta penduduk usia kerja di Provinsi Jambi, sebanyak 1,87 juta orang masuk dalam kategori angkatan kerja. Sementara itu, sebanyak 977,57 ribu orang tercatat sebagai bukan angkatan kerja (BAK), dengan kenaikan 53,93 ribu orang dibanding Februari 2025.

Pada kelompok angkatan kerja, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 1,80 juta orang. Angka ini turun 3,08 ribu orang dibandingkan Februari tahun lalu.

Rincian tenaga kerja yang bekerja menunjukkan sebanyak 1,12 juta orang merupakan pekerja penuh atau bekerja minimal 35 jam per minggu. Jumlah ini meningkat 23,74 ribu orang.

Kemudian, pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 543,24 ribu orang, mengalami penurunan 1,83 ribu orang. Sementara itu, setengah pengangguran tercatat sebanyak 136,59 ribu orang atau turun 24,99 ribu orang.

Baca Juga :  Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan, Kemnaker Teken MoU dengan Wadhwani dan Indosat

Di sisi lain, tingkat pengangguran di Provinsi Jambi juga menunjukkan perbaikan. Jumlah pengangguran pada Februari 2026 tercatat sebanyak 74,62 ribu orang, turun 9,86 ribu orang dibandingkan Februari 2025.

Meski jumlah tenaga kerja secara total menurun, penurunan angka pengangguran dan berkurangnya setengah pengangguran menunjukkan adanya perbaikan kualitas pasar kerja di Provinsi Jambi.

BPS menjelaskan, pekerja penuh adalah mereka yang bekerja minimal 35 jam per minggu. Adapun pekerja paruh waktu merupakan mereka yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu tetapi tidak mencari pekerjaan tambahan. Sementara setengah pengangguran adalah pekerja dengan jam kerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan.

Data ini menggambarkan dinamika pasar tenaga kerja Jambi yang masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan partisipasi angkatan kerja, di tengah bertambahnya jumlah penduduk usia kerja dari tahun ke tahun.

Baca Juga :  Panglima TNI Beri Pangkat Luar Biasa Kepada Prajurit Penumpas KKB

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan kondisi ketenagakerjaan Jambi pada Februari 2026 secara umum menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

“Secara umum, kondisi ketenagakerjaan Provinsi Jambi pada Februari 2026 menunjukkan perkembangan positif, terutama terlihat dari menurunnya jumlah pengangguran dan berkurangnya setengah pengangguran. Hal ini menandakan kualitas pekerjaan masyarakat semakin membaik, meskipun jumlah tenaga kerja secara total mengalami sedikit penurunan,” ujar Aidil Adha.

Ia menambahkan, data ketenagakerjaan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat.

“Data ini penting sebagai dasar penyusunan program ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong produktivitas tenaga kerja di Provinsi Jambi,” tutupnya. (Sum)