Bupati Monadi dan Wabup Murison Dampingi Gubernur Jambi Tinjau PLTA Kerinci, Tebar Benih Ikan

Bupati Kerinci Monadi dan Wakil Bupati Kerinci H. Murison bersama Gubernur Jambi Al Haris saat melakukan penebaran benih ikan di kawasan PLTA Kerinci. Foto: Dedi

SIDAKPOST.ID, KERINCI – Bupati Kerinci Monadi bersama Wakil Bupati Kerinci H. Murison mendampingi Gubernur Jambi Al Haris meninjau pintu air PLTA Kerinci, sekaligus melakukan penebaran benih ikan di kawasan tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan perairan sekaligus meningkatkan potensi perikanan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pembangkit listrik tersebut.

Dalam kesempatan itu, rombongan juga meninjau secara langsung kondisi pintu air PLTA Kerinci bersama pihak manajemen PT Kerinci Merangin Hidro. Peninjauan dilakukan guna memastikan pengelolaan sumber daya air dan operasional pembangkit listrik berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dibuka Bupati Kerinci, BKPSDM Launching Aplikasi E-RK

Bupati Kerinci Monadi mengatakan, keberadaan PLTA tidak hanya berfungsi sebagai penyedia energi listrik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama di sektor perikanan.

“Penebaran benih ikan ini merupakan langkah nyata untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Monadi.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Kerinci H. Murison menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar potensi sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Petani Meninggal Dunia, BPJamsostek Serahkan Santunan Jaminan Kematian kepada Ahli Waris

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya populasi ikan di perairan sekitar PLTA serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Murison.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menambahkan, kegiatan penebaran benih ikan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Sis)