SIDAKPOST.ID, TEBO – Dugaan penyimpangan dalam pengadaan buku paket di SMKN 2 Kabupaten Tebo kembali mencuat, meski pihak sekolah dinyatakan lolos dari pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jambi. Sebelumnya, sekolah ini juga telah melewati pemeriksaan dari Inspektorat.
Menurut informasi, diduga salah satu cara yang ditempuh pihak SMKN 2 untuk melewati pemeriksaan BPK adalah dengan meminjam buku dari SMKN 4. Langkah ini diduga dilakukan untuk menutupi ketidaksesuaian jumlah buku yang seharusnya dibeli dalam pengadaan senilai hampir Rp120 juta lebih.
Aktivis pendidikan sekaligus pemerhati kebijakan publik, Rio Black, meminta BPK agar lebih teliti dan objektif dalam melakukan pemeriksaan, terutama saat menyusun Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap penggunaan dana negara di bidang pendidikan.
Dikatakannya, BPK diharapkan tidak hanya berpatokan pada dokumen di atas kertas, tetapi juga turun langsung ke lapangan. “Jangan ada manipulasi seperti meminjam buku dari sekolah lain, hanya untuk sekadar lolos dari audit,” tegas Rio.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan. “Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan, mengingat dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung kualitas belajar siswa, bukan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Rio Black.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Tebo, Evi Novalia, saat dikonfirmasi sidakpost.id menuturkan bahwa memang ada 11 buku yang belum tersedia karena masih dipinjam siswa yang sedang magang atau PKL.
“Memang benar sudah dilakukan audit oleh BPK dan Inspektorat di Dinas Pendidikan juga di SMKN 2 Tebo, tepatnya pada hari Selasa 16 September 2025 kemarin, tapi kita belum tahu hasilnya,” ujar Kepsek Evi Novalia, Jumat (19/09/2025). (Adl)







