Karena di V-Care data yang terinput masih 63 persen, atau ada selisih 7 persen, dari itu akan dilakukan input data manual ke V-Care oleh Batalyon V-Care yang langsung berpusat di Polres Lombok Timur, karena yang menjadi acuan pemerintah pusat adalah data V-Care
“Terdapat selisih data manual dengan V-Care 7 persen. Itu terjadi karena petugas kita lakukan vaksinasi door to door. Jadinya saat input terkendala, jadi data itu akan diinput oleh Batalyon V-Care yang sudah diaktifkan,” sebut Taofik.
Lebih lanjut Taofik mengatakan, sekalipun 4 kabupaten/kota lain di Pulau Lombok lebih dahulu mencapai herd immunity dibanding Lombok Timur, hal itu wajar, karena sasarannya lebih sedikit.
Ditambah lagi dengan intervensi pihak lainnya dalam hal ini Polda, Korem dan Pemprov, beda dengan Lombok Timur yang berhasil mencapai herd immunity secara mandiri.
“Kita mungkin terlambat, tapi kita mandiri dan sasaran kita terbesar. Dengan catatan droping vaksin ke kita mencukupi. Saya sangat mengapresiasi kepada para Nakes, Babinsa dan Babinkamtibmas tiap hari berjibaku, termasuk juga kepada masyarakat yang telah bersabar,”tutupnya.
Kapolres Lombok Timur, AKBP. Herman Suriyono, dalam konfrensi pers tersebut dirinya juga mengapresiasi dedikasi para nakes, babinsa, babinkamtibmas, dan pemkab, yang telah bekerja keras dalam mensukseskan program vaksinasi, sehingga herd immunity terwujud di Lotim.
”Saya sangat mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan pihak terkait, utamanya para tenaga kesehatan atas komitmen tersebut. Apa yang kita lakukan selama ini, semata-mata untuk menyelamatkan nyawa rakyat,” paparnya. (gil)







