5. Membuat dan Mengelola Konten Digital
Di era media sosial, seseorang bukan hanya menjadi konsumen informasi tetapi juga dapat menjadi pembuat konten.
Kemampuan membuat dokumen, foto, video, presentasi, infografis atau materi digital lainnya semakin berguna untuk berbagai keperluan.
Namun, membuat konten digital juga membutuhkan tanggung jawab. Pengguna perlu memahami hak cipta, mencantumkan sumber ketika diperlukan dan mempertimbangkan dampak sebelum membagikan sebuah konten.
UNESCO memasukkan pembuatan konten digital, termasuk pengembangan dan pengolahan kembali konten, sebagai salah satu area kompetensi digital.
6. Memecahkan Masalah dengan Bantuan Teknologi
Teknologi seharusnya tidak hanya digunakan untuk hiburan. Kemampuan memanfaatkannya untuk menyelesaikan masalah juga menjadi keterampilan yang semakin penting.
Misalnya, mencari tutorial ketika mengalami kendala pada perangkat, menggunakan aplikasi untuk mengatur pekerjaan, memanfaatkan spreadsheet untuk mengolah data atau menggunakan layanan digital untuk menemukan solusi terhadap kebutuhan tertentu.
Literasi digital yang baik tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir dan memecahkan masalah dengan bantuan teknologi.
7. Terus Belajar Mengikuti Perkembangan Teknologi
Teknologi terus berubah. Aplikasi, perangkat, sistem keamanan dan cara bekerja dapat mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.
Karena itu, salah satu keterampilan digital yang paling penting adalah kemauan untuk terus belajar.
Seseorang tidak harus menguasai semua teknologi. Yang lebih penting adalah memiliki sikap terbuka untuk mempelajari perangkat atau aplikasi baru ketika memang dibutuhkan.
UNESCO menekankan bahwa keterampilan digital mendukung pembelajaran sepanjang hayat, partisipasi dalam masyarakat dan akses terhadap peluang pekerjaan.









