Laba BUMN Naik 1.000 Persen, Jasa Raharja Sumbang Laba 1,6 T

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. Foto : sidakpost.id/Ratna/jasa Raharja

Dari sisi operasional, PT Jasa Raharja yang bekerja sama dengan 2.368 rumah sakit atau 95,91 persen dari rumah sakit di bawah Kementerian Kesehatan, telah
menyerahkan santunan sebesar Rp 2,41 triliun naik 3,2 persen dibandingkan tahun 2020.

Peningkatan jumlah penyerahan santunan tidak mengurangi kualitas layanan terhadap publik, melalui transformasi digital proses layanan sasaran pelayanan seperti kecepatan penyelesaian santunan Meninggal Dunia (MD), menjadi 4 jam lebih cepat dari tahun 2020 atau hanya 1 hari 10 jam setelah tanggal kecelakaan, bahkan rata-rata kecepatan berkasnya 14 menit 58 detik, lebih cepat 4 menit ketimbang tahun.

Untuk meningkatkan kinerja dilakukan optimalisasi sistem internal Jasa Raharja untuk memaksimalkan kegiatan investasi melalui Implementasi Direct Acces Market. Berupa penguatan/ penambahan modal kepada anak perusahaan dalam rangka
meningkatkan bargaining power di pasar.

Baca Juga :  Babinsa Koptu Afriyadi dan BKTM Polsek Cek Banjir di Bedaro

Dari sisi permodalan, Jasa Raharja tercatat memiliki permodalan yang kuat, dengan rasio risk based capital (RBC) sebesar 669,80% meningkat 9.72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 610,47 peserta seiring kenaikan ekuitas sebesar 2 persen menjadi Rp 11,7 triliun.

Baca Juga :  Jasa Raharja Bersama Samsat Kuala Tungkal Gelar Razia Gabungan

Dengan fundamental kinerja yang makin sehat dan kuat, Jasa Raharja akan terus melakukan optimalisasi pendapatan seiring dengan mulai meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Khususnya, melalui pemanfaatan database kendaraan bermotor di Kantor Bersama Samsat dan melalui aplikasi JRku yang bisa langsung membayar pajak kendaraan bermotor maupun sistem host to host dengan seluruh operator angkutan baik darat, laut dan udara,” tutup Rivan. (rat)