Sementara itu pada tahun 2025 kata Dwi, Laznas PPPA Daarul Qur’an meluncurkan program Akademik Guru Al-Qur’an. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan standarisasi mutu guru Al-Qur’an melalui diklat serta uji sertifikasi lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Republik Indonesia (BNSP RI).
“Potret kinerja sejak Januari sampai dengan September 2025 sebanyak 635 guru lolos kompeten, menjangkau 15 provinsi berkomitmen pada lima indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan pemenang Platinum Awards dari Zakat Awards 2025,” ungkap Dwi.
Secara sosiologis ujar Dwi, kehadiran Kampung Qur’an yang didirikan lembaganya di berbagai lokasi telah menginjeksi energi baru dalam struktur masyarakat. Meningkatkan modal sosial masyarakat yang sempat terkoyak bencana. Pada tahun 2020 Center of Islamic Busisness and Economic Studies dari Intitut Pertanian Bogor (IPB) melakukan kaji dampak perfoma Kampung Qur’an PPPA Daarul Qur’an periode 2011 hingga 2020 terhadap empat kampung Qur’an di Indonesia Timur.
“Analisis dampak ini memotret kenaikan indeks spiritual sebesar 5,32% dan kepuasan stakeholder penerima manfaat mencapai 97.09%,” jelasnya.
Pada usia ke 19 tahun ini juga atas dukungan dari para donatur dan berbagai elemen, lembaganya telah meraih apresiasi dari banyak pihak. Mulai dari rekor muri dunia di tahun 2013 yang menjadi saksi sejarah menjamurnya rumah tahfizh dan tumbuhnya para penghafal Al-Qur’an. Transparansi dan profesionalitas kerja dibuktikan dengan hasil audit KAP External dengan predikat WTP 18 kali berturut-turut.
Laznas PPPA Daarul Qur’an terang Dwi, juga menjaga standarisasi mutu hingga meraih ISO 9001:2015 sejak 2021 hingga hari ini. Pengakuan dan pengharagaan dari Badan Amil Zakat Nasional RI di tahun 2024 dan 2025. Apesiasi publik yang digagas oleh Indonesia Fundraising Award dari Institut Fundraising Indonesia.







