Jangan Asal Klik! Ini Tips Melindungi WhatsApp dari Penipuan dan Pembajakan Akun

Ilustrasi keamanan akun WhatsApp untuk menghindari penipuan digital dan pembajakan akun. Foto: Madi/ Generate by AI

6. Waspadai pesan yang mengatasnamakan teman atau keluarga

Penipuan tidak selalu berasal dari nomor asing. Pelaku dapat menggunakan akun yang sudah diambil alih atau menyamar sebagai orang yang dikenal untuk meminta uang, kode verifikasi, maupun data pribadi.

Jika menerima pesan darurat yang meminta transfer uang, jangan langsung mengirimkan dana. Hubungi orang tersebut melalui panggilan telepon atau saluran komunikasi lain untuk memastikan kebenarannya.

Jangan mudah percaya hanya karena nama dan foto profil pengirim terlihat familiar. Identitas pengirim tetap perlu diverifikasi, terutama ketika permintaannya tidak biasa.

7. Blokir dan laporkan akun mencurigakan

WhatsApp menyediakan fitur untuk memblokir dan melaporkan nomor yang diduga melakukan penipuan. Pengguna dapat membuka percakapan, mengetuk nama atau nomor pengirim, kemudian memilih opsi Blokir atau Laporkan, sesuai pilihan yang tersedia.

Baca Juga :  Cara Beternak Itik untuk Pemula: Panduan Praktis

Langkah tersebut membantu pengguna menghentikan komunikasi yang tidak diinginkan dan menyampaikan laporan kepada WhatsApp.

Hindari meneruskan pesan mencurigakan kepada orang lain karena dapat memperluas penyebaran tautan berbahaya atau informasi palsu.

Apa yang harus dilakukan jika akun terlanjur dibajak?

Jika akun WhatsApp diduga diambil alih, segera lakukan pendaftaran ulang menggunakan nomor telepon sendiri dan masukkan kode verifikasi yang diterima melalui SMS atau panggilan, sesuai petunjuk aplikasi.

Jika berhasil masuk kembali, periksa perangkat tertaut dan keluarkan perangkat yang tidak dikenal. Aktifkan perlindungan tambahan, kemudian beri tahu keluarga, teman, atau rekan kerja agar mengabaikan pesan mencurigakan yang mungkin dikirim menggunakan akun tersebut.

Baca Juga :  Cara Menjadi Jurnalis Yang Profesional

Apabila pelaku mengaktifkan verifikasi tambahan yang tidak diketahui pengguna, ikuti prosedur pemulihan resmi dari Pusat Bantuan WhatsApp. Jangan menggunakan jasa pemulihan akun yang meminta kata sandi, kode OTP, atau pembayaran tanpa kejelasan.

Pada akhirnya, menjaga keamanan WhatsApp bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebiasaan pengguna saat menerima pesan. Berhenti sejenak untuk memeriksa identitas pengirim, tidak membagikan kode rahasia, dan mengaktifkan fitur keamanan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko penipuan digital.

Sumber: