Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan agar Keuangan Tidak Boros

Ilustrasi membedakan kebutuhan dan keinginan dalam mengatur keuangan. Foto: Madi/ Generate by AI

5. Gunakan Aturan Menunggu Sebelum Membeli

Untuk barang yang tidak mendesak, cobalah menunda pembelian selama beberapa hari.

Jika setelah beberapa hari barang tersebut masih dianggap penting dan sudah tersedia dalam anggaran, pembelian dapat dipertimbangkan kembali.

Sebaliknya, jika keinginan tersebut hilang setelah beberapa waktu, kemungkinan besar barang itu memang tidak terlalu diperlukan.

Buat Anggaran Bulanan

Membedakan kebutuhan dan keinginan akan lebih mudah jika disertai anggaran keuangan.

Catat pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Setelah itu, kelompokkan pengeluaran menjadi kebutuhan pokok, kewajiban, tabungan atau dana darurat, serta pengeluaran untuk hiburan dan keinginan.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Deras Pasar Daya Murni Terendam Banjir Omset Menurun

OJK menyebut kemampuan melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik sebagai salah satu manfaat dari literasi keuangan.

Dengan memiliki anggaran, seseorang dapat mengetahui batas pengeluaran dan menghindari penggunaan uang secara berlebihan.

Jangan Menunggu Uang Tersisa untuk Menabung

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menggunakan sebagian besar penghasilan untuk berbagai kebutuhan dan keinginan, kemudian baru menabung jika masih ada sisa.

Sebaliknya, tabungan dapat dipisahkan sejak awal menerima penghasilan. Dengan begitu, uang untuk menabung tidak mudah terpakai untuk pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu penting.

OJK juga memasukkan kebiasaan menyisihkan uang untuk menabung atau berinvestasi serta memiliki dana darurat sebagai bagian dari indikator pengelolaan keuangan yang sehat.

Baca Juga :  Bukan Karena Penghasilan Kecil, 7 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Keuangan Makin Berantakan

Waspadai Kebiasaan Belanja Impulsif

Kemudahan berbelanja melalui internet membuat seseorang semakin mudah melakukan pembelian tanpa perencanaan. Notifikasi promosi, potongan harga, gratis ongkir, dan tren di media sosial dapat mendorong seseorang membeli barang secara spontan.

Sebelum melakukan transaksi, pertimbangkan kembali apakah pembelian tersebut memang sudah direncanakan.

Jika belum, masukkan terlebih dahulu ke dalam daftar keinginan. Setelah itu, lihat kembali kondisi anggaran. Jika masih ada ruang setelah kebutuhan utama, tabungan, dan kewajiban terpenuhi, barulah pembelian dapat dipertimbangkan.