“Pernah bertanya kepada Kades terkait kelanjutan pembangun jembatan itu, malahan kades menjawab tukangnya sudah kabur pihak dia tak bisa berbuat banyak. Pernah dari Inspektorat Kabupaten turun ke desa, tapi setelah itu tak ada kabarnya lagi hasil mereka turun,” ungkap Junaidi.
Bahkan sebut Junaidi, Tim TPK pemborong dan Kades sudah pernah dipanggil untuk terkait masalah jembatan tersebut namun, mereka seolah-olah cuek saja dan masa bodoh dengan permasalahan yang ada.
“Kami harap penegak hukum untuk turun ke desa kami untuk mengecek secara langsung hasil proyek jembatan yang sangat jauh dari spesifikasi yang ditetapkan baik secara kualitas maupun kuantitas,” harapnya.
Terpisah Hardari, S.Pd.I Kades Desa setempat daat sikonfirmasi via telepon seluler pribadinya dengan nomor 0821636xxxx, bernada aktif tapi belum ada jawaban terkait permasalahan yang dipersoalkan oleh warga sekitar hingga berita ini diterbitkan. (Asm)







