Jangan Anggap Sepele
Dari sudut pandang etika kerja maupun ajaran Islam, presensi seharusnya mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Kejujuran dalam mencatat kehadiran menjadi bagian dari menjaga kepercayaan antara pekerja dan pemberi kerja.
Karena itu, kebiasaan “titip absen” sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai bantuan kecil kepada teman. Ada nilai kejujuran, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan yang ikut dipertaruhkan.
Membantu teman bukan berarti ikut menutupi ketidakhadirannya. Solidaritas yang sehat justru dapat diwujudkan dengan mengingatkan rekan agar menyelesaikan persoalan melalui cara yang benar.
Sumber: https://islam.nu.or.id/syariah/hukum-mengisi-absensi-teman-yang-tidak-masuk-kerja-yATAZ
Editor: Madi









