Titip Absen di Tempat Kerja, Antara Solidaritas, Kejujuran, dan Risiko Hukum

Ilustrasi suasana presensi karyawan di tempat kerja yang menyoroti pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam mencatat kehadiran. Foto: Madi/ Generate by AI

Jangan Anggap Sepele

Dari sudut pandang etika kerja maupun ajaran Islam, presensi seharusnya mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Kejujuran dalam mencatat kehadiran menjadi bagian dari menjaga kepercayaan antara pekerja dan pemberi kerja.

Baca Juga :  Cara Agar Terhindar dari Sifat Riya

Karena itu, kebiasaan “titip absen” sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai bantuan kecil kepada teman. Ada nilai kejujuran, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan yang ikut dipertaruhkan.

Membantu teman bukan berarti ikut menutupi ketidakhadirannya. Solidaritas yang sehat justru dapat diwujudkan dengan mengingatkan rekan agar menyelesaikan persoalan melalui cara yang benar.

Baca Juga :  Etika Bisnis Islami dalam Mencari Uang

Sumber: https://islam.nu.or.id/syariah/hukum-mengisi-absensi-teman-yang-tidak-masuk-kerja-yATAZ

Editor: Madi