SIDAKPOST.ID, SOLOK – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah turun langsung meninjau penanganan bencana banjir bandang atau galodo yang melanda Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Peninjauan dilakukan pada Senin malam (21/9/2026). Bencana tersebut berdampak terhadap sejumlah permukiman warga hingga kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.
Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi meminta seluruh unsur terkait mempercepat penanganan, terutama dalam memastikan keselamatan masyarakat, pemenuhan kebutuhan logistik serta pendataan kerusakan dan warga yang terdampak.
Menurutnya, pendataan harus dilakukan secara cepat dan akurat agar pemerintah memiliki dasar yang jelas dalam menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pendataan tersebut mencakup rumah warga, fasilitas pemerintahan maupun sarana lainnya yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang.
“Melalui Pak Sekda, validasi data harus segera disiapkan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, baik rumah warga maupun kantor pemerintahan bisa segera dilakukan,” tegas Mahyeldi.
Banjir bandang membawa material lumpur dari kawasan perbukitan dan menerjang sejumlah wilayah permukiman serta fasilitas pelayanan pemerintahan.
Sebanyak 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Solok dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat bencana tersebut.
Pemerintah Kabupaten Solok juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Penetapan itu dilakukan Bupati Solok Jon Firman Pandu setelah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Selama masa tanggap darurat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dialihfungsikan menjadi posko evakuasi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Selain itu, pemerintah menyiagakan dapur umum tingkat kabupaten dan provinsi untuk memenuhi kebutuhan pangan serta logistik masyarakat terdampak.
Langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir susulan juga dilakukan. Alat berat disiagakan melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama dinas terkait untuk melakukan pengerukan sedimen sungai.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi, terutama menyusul adanya peringatan dini BMKG terkait potensi curah hujan tinggi di wilayah Solok.
Mahyeldi meminta seluruh unsur pemerintah tetap bekerja cepat dan terkoordinasi selama masa tanggap darurat. Keselamatan masyarakat, kebutuhan dasar warga terdampak dan percepatan penanganan menjadi perhatian utama pemerintah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah di Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak. Tadi ada dua orang yang hilang, alhamdulillah satu sudah ditemukan. Mudah-mudahan satu korban lagi juga dapat segera ditemukan,” ujar Mahyeldi di lokasi bencana, Selasa (22/9/2026).
Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut dampak bencana juga dirasakan di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok yang berada di wilayah terdampak.
“Ini duka kita bersama. Pusat pemerintahan Kabupaten Solok hampir bisa dikatakan lumpuh total karena berada di kawasan terdampak paling parah. Setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” ujar Jon Firman Pandu. (rar)









