SIDAKPOST.ID, PADANG PANJANG – Polres Padang Panjang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui Operasi Lilin Singgalang 2025. Kegiatan berlangsung di Hall Lantai III Balai Kota Padang Panjang, Sabtu (20/12/2025).
Rakor tersebut diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait dari Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar.
Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor guna menyukseskan pelaksanaan Operasi Lilin Singgalang 2025.
“Operasi Lilin Singgalang merupakan agenda rutin yang membutuhkan koordinasi matang. Keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas utama, terlebih Padang Panjang berada di jalur perlintasan utama di Sumatera Barat,” ujar Allex.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan seluruh unsur sangat diperlukan mengingat potensi peningkatan arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun, serta risiko bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan.
Sementara itu, Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo, menyampaikan bahwa Operasi Lilin Singgalang bertujuan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat serta kelancaran arus lalu lintas di wilayah Padang Panjang dan sekitarnya.
“Operasi ini bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak. Pemerintah daerah berperan sebagai koordinator kondisi, sementara kepolisian memfasilitasi dan mendorong pelaksanaan di lapangan,” jelas Kapolres.
Ia mengungkapkan, Operasi Lilin Singgalang 2025 akan dilaksanakan mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Untuk mendukung pengamanan, akan didirikan pos pengamanan di kawasan Lembah Anai dan Silaing Bawah, serta pos pelayanan di kawasan M. Sjafei dan Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
Terkait pengaturan lalu lintas di jalur Lembah Anai, Kapolres menyebutkan bahwa pada 21 Desember 2025 akan diumumkan kembali apakah pembatasan lalu lintas masih diberlakukan atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2026 dengan potensi curah hujan tinggi. Seluruh pihak pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dan dampak lanjutan, seperti gangguan distribusi BBM serta fluktuasi harga kebutuhan pokok. (Rar)








