SIDAKPOST.ID, AGAM – SMPN 2 Tanjung Raya yang menjadi bagian dari satuan pendidikan terdampak dan kini mendapat penanganan melalui program revitalisasi.
Open house revitalisasi satuan pendidikan 2026 di SMPN 2 Tanjung Raya ini, turut dihadiri Bupati Agam, Benni Warlis, Jumat (16/10).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung hasil penanganan sarana dan prasarana pendidikan, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan peserta didik dan tenaga pendidik.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir 2025 lalu berdampak cukup besar terhadap sektor pendidikan di Kabupaten Agam.
“Berdasarkan pendataan, sebanyak 67 satuan pendidikan mengalami kerusakan.
Dari jumlah tersebut, terdiri dari 27 unit TK/PAUD, 31 unit SD dan sembilan unit SMP,” Tutur Bupati Agam.
Selain kerusakan bangunan, sejumlah sekolah juga menghadapi kendala akses akibat rusak maupun terputusnya infrastruktur jalan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Agam terus melakukan pemulihan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak.
Setelah melewati masa tanggap darurat katanya, awal 2026 Kabupaten Agam memasuki masa transisi pemulihan, termasuk pada sektor pendidikan.
Pada masa tersebut, peserta didik kembali mengikuti pembelajaran meski pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan kondisi pascabencana.
“Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan sarana yang tersedia, menggunakan bangunan lain sebagai ruang kelas sementara, maupun memanfaatkan kelas darurat,” sebutnya.
Pemulihan sektor pendidikan, menurut Bupati Agam tidak dapat dilakukan sendiri. Kerja sama, kepedulian dan komitmen seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mempercepat proses tersebut.









