“Untuk itu bersama para anggota trail ini kita jaga keamanan di Lamteng. Karena para pecinta trail kebanyakan anak-anak muda, sehingga potensi yang dimiliki oleh anak-anak muda ini dapat kita arahkan ke kegiatan yang lebih positif seperti sekarang ini. Kita mengajak mereka bersama-sama jaga keamanan dengan ikut ronda,” papar Mustafa.
Kedepan pihaknya berharap, para komunitas sepeda motor khususnya trail bisa terus melestarikan kebudayaan yang ada di lampung. Mustafa juga mengajak kepada seluruh anggota trail di Lampung untuk mencoba arena trail yang ada di kecamatan Selagai Lingga.
“Di kecamatan Selagai Lingga ada objek wisata Curup tujuh, jadi pada kegiatan Ronda Pepadun Trail tahun depan saya mengajak seluruh anggota trail untul mencoba medan yang ada di sana. Medan dengan pegunungan dan sungai-sungai akan menjadi arena yang cukup menarik dan menantang bagi pecinta motor trail. Kita akan kenalkan objek-objek wisata yang ada di Lamteng ini,” bebernya.
Pihaknya berharap kedepan seluruh anggota trail di provinsi Lampung semakin kompak, selalu menjaga silaturahmi dan terus melestarikan wisata yang ada di semua wilayah khususnya Lamteng. sehingga wisata yang ada di Lampung Tengah dapat lebih di kenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Serta jaga selalu keamanan di bumi pertiwi ini.
Berkesempatan mengikuti ronda pepadun trail, I Made Boleanto, dari komunitas trail dari Terbanggibesar ini mengaku bangga bisa mengikuti ronda bareng bupati. Baginya ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan berkesan.
“Kece dan seru banget. Ini pertama kalinya ronda bareng bupati, dan menyenangkan. Menjaga keamanan sekalian adventure,” ujarnya.







