Kesejahteraan ini pun linear dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini menyentuh angka 73,13.
Dalam pilar “Jambi Cerdas dan Pintar”, Gubernur Al Haris melaporkan keberhasilan besar dalam digitalisasi wilayah pedesaan. Pemerintah Provinsi Jambi telah menuntaskan pembangunan akses internet di 284 desa dan kelurahan yang sebelumnya berstatus titik buta sinyal atau blank-spot.
Rinciannya, sebanyak 124 desa diselesaikan pada 2022, 80 desa pada 2023, dan 80 desa tambahan pada 2024. Langkah ini menjadi kunci utama pembuka gerbang ekonomi digital bagi warga desa di pelosok Jambi.
Di sektor pendidikan, perhatian pemerintah menyasar langsung ke akar rumput dengan menyalurkan bantuan kepada 20.752 siswa SMA, SMK, dan SLB dari keluarga kurang mampu. Investasi pada sumber daya manusia diperluas melalui pemberian beasiswa bagi 1.272 mahasiswa.
Data menunjukkan sebaran penerima mencakup 943 mahasiswa Sarjana (S1), 101 mahasiswa Magister (S2), dan 228 mahasiswa Doktoral (S3), termasuk 7 orang yang menempuh studi doktoral di luar negeri guna menyiapkan kader pemimpin Jambi yang kompetitif di kancah global.
Sektor kesehatan masyarakat menjadi pilar utama dalam menjamin standar hidup layak. Gubernur memaparkan alokasi anggaran mencapai Rp128,7 miliar untuk menjamin integrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi 77.965 jiwa.
Lebih jauh lagi, subsidi iuran bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah memberikan perlindungan bagi 1.198.447 jiwa masyarakat setiap tahunnya dengan dukungan dana Rp96,3 miliar.
Pemerintah juga memberikan bantuan bagi pasien melalui mekanisme Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dengan realisasi mencapai Rp70,2 miliar untuk 8.059 pasien.








