Keberhasilan infrastruktur jalan dan irigasi juga memacu lonjakan produksi padi sebesar 30,43 persen, mencapai total 366.540 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Sinergi dengan pemerintah pusat turut mempercepat proyek strategis seperti Jalan Tol Jambi-Rengat segmen Jaluko, Jembatan Sungai Rambut sepanjang 1,2 kilometer, serta revitalisasi kawasan Candi Muaro Jambi sebagai warisan budaya dunia.
Hingga seluruh kerja keras ini membuahkan deretan penghargaan bergengsi, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, nilai SAKIP predikat B, hingga indeks reformasi birokrasi di kategori BB.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Jambi pun tetap terjaga dengan baik di angka 71,45, membuktikan pembangunan yang dilakukan tetap mengedepankan aspek kelestarian alam.
Gubernur Al Haris menutup laporannya dengan menetapkan target indikator makro tahun 2026 yang optimis, termasuk target penurunan angka kemiskinan hingga ke level 6,25 persen.
Beliau menegaskan bahwa visi “Jambi Mantap 2029” bukan lagi sekadar narasi di atas kertas, melainkan kenyataan pembangunan yang sedang diwujudkan bersama demi kesejahteraan seluruh masyarakat Jambi.
Momentum HUT ke-69 ini menjadi pijakan kuat untuk membawa Jambi menjadi provinsi yang berdaya saing global dan berkelanjutan. (Ais)








