Menaker: Itjen Harus Cegah Masalah, Bukan Sekadar Cari Temuan

Menaker Yassierli bersama peserta kegiatan mengepalkan tangan sebagai simbol komitmen penguatan pengawasan, menegaskan peran Inspektorat Jenderal yang lebih preventif dan strategis dalam Rakorwas Itjen Kemnaker 2026 di Bogor. Foto: Biro Humas Kemnaker

Yassierli juga menekankan perlunya perubahan cara pandang terhadap Itjen. Menurut dia, keberhasilan pengawasan internal tidak seharusnya diukur dari banyaknya temuan, melainkan dari sejauh mana potensi penyimpangan dapat dicegah sejak awal.

“Peran APIP harus berubah dari jargon ‘Awas Ada Itjen’ menjadi ‘Untung Ada Itjen’. Keberhasilan Itjen bukan diukur dari banyaknya temuan, melainkan ketika tidak ada kasus karena kita mampu melakukan antisipasi sejak dini,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Menaker meminta Itjen Kemnaker memanfaatkan Big Data dan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pengawasan. Pendekatan berbasis data dinilai penting untuk membangun sistem deteksi dini yang lebih akurat, termasuk membaca pola risiko, memetakan potensi penyimpangan, dan mengidentifikasi hambatan yang dapat mengganggu pelaksanaan program.

Baca Juga :  Indonesia Siap Berjuang Pada Koferensi Peruhahan Iklim ke 25 di Madrid
Baca Juga :  Menaker Minta Anggota Serikat Pekerja Punya Minimal 1 Sertifikat Keahlian

Yassierli juga meminta auditor Itjen mampu membantu memecahkan hambatan regulasi yang mengganggu pelaksanaan program prioritas di sektor ketenagakerjaan. Dengan begitu, pengawasan tidak hanya berfungsi menjaga kepatuhan, tetapi juga ikut memastikan agenda pembangunan di bidang ketenagakerjaan berjalan lebih lancar. (Syu)