Kerinci Naik Kelas! Mentan Amran Launching Gerakan Tanam dan Kucurkan Bantuan Fantastis

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Andi Amran Sulaiman di dampingi gubernur Jambi Al Haris saat melakukan kunjungan ke kabupaten Kerinci. Foto: Sisyantoni

SIDAKPOST.ID, KERINCI — Kabupaten Kerinci mendapat kehormatan besar dengan kedatangan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Andi Amran Sulaiman, yang melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi, Rabu (23/07/2025). Mentan Amran mendarat di Bandara Depati Parbo sekitar pukul 12.23 WIB, disambut hangat oleh Gubernur Jambi Al Haris, Bupati Kerinci Monadi, dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol komitmen pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pertanian, tetapi juga membawa kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Kerinci. Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian memberi bantuan senilai Rp420 milyar untuk Kabupaten Kerinci, yang akan dialokasikan untuk mendukung program strategis pertanian di daerah kerinci.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah pelaksanaan Gerakan Percepatan Tanam Padi di Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, yang turut dihadiri oleh Gubernur, Bupati, dan seluruh kepala daerah se-Provinsi Jambi. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya akselerasi tanam serentak di wilayah yang dikenal sebagai lumbung pangan potensial di Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Warga Tanjung Pauh Mudik Tolak Pemilihan Anggota BPD Secara Diam-diam
Baca Juga :  Sekda Gazdinul Gazam Hadiri Pelantikan Pengurus NU Kerinci

“Pak Menteri Pertanian langsung datang ke Kerinci disambut masyarakat, Gubernur, Bupati, dan seluruh kepala daerah hadir mendampingi. Ini menunjukkan betapa pentingnya Kerinci dalam peta pertanian Jambi,” ujar Edi Kusmiran, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Mentan Amran juga dijadwalkan memimpin rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah se-Jambi yang dipusatkan di Kerinci. Fokusnya adalah penguatan sinergi pusat-daerah dalam membangun sistem pertanian yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.