Syafrizal menjelaskan pelatihan ini para petani diberikan pemahaman teknis oleh sejumlah narasumber, termasuk dari dinas kesehatan setempat.
Ia menekankan bahwa pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penggunaan pestisida agar tidak merusak lingkungan dan menurunkan kualitas hasil panen. Sejak 2016 hingga 2024 sudah digelar 350 kali pelatihan bagi petani.
“Kita ingin petani mendapat tambahan ilmu penggunaan pestisida secara baik. Saya yakin semua udah ada pengalaman namun pelatihan bertujuan tambahan ilmu, agar dalam penggunaan pestisida bisa lebih aman dan terjaga dari segala kemunginan yang bisa terjadi,” ucapnya.
Pelatihan ini mendapat tanggapan baik dari peserta seperti yang disampaikan oleh petani, Pak Dede mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena selama ini sebagai petani dalam proses penyemprotan hanya di kira kira.
“Jadi dengan pelatihan ini kami bisa tau dalam menggunakan pestisida yang benar, selama ini hanya digunakan angka kita kira, dengan ada pelatihan ini kami mengetahui apa yang tidak kami ketahui selama ini. Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai petani,” tutupnya.
Selain pemateri dari Alishter Jakarta juga langsung dari Dinas TPHP Bungo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo. (del)







