“Pasahal ketersedian ogsigen masih ada tapi kenapa tidak diberikan. Berawal itu lah, saya emosi dan kecewa dan terpaksa membawa anak kami keluar menuju IGD dengan cara digendong,” tuturnya.
Jadi kata Darmadi, yang disampaikan oleh pihak rumah sakit bilang pihaknya mengeluh pelayanan saat masuk ruang IGD itu tidak benar. Karena saat di IGD dilayani dengan baik.
“Jadi sekali lagi saya tegaskan kalau saat masuk IGD anak kami dilayani dengan baik. Yang membuat kami kecewa anak kami dibilang Covid-19. Padahal awal masuk rumah sakit anak kami sudah di cek dan hasilnya negtif,” ucapnya. (red)








