3. Jangan Hanya Membaca Buku Berulang Kali
Membaca ulang buku atau catatan memang dapat membantu mengenali materi, tetapi belajar akan lebih efektif jika siswa berusaha mengingat kembali informasi tanpa melihat sumber.
Metode ini dikenal sebagai retrieval practice. Caranya sederhana, yaitu menutup buku setelah membaca materi kemudian mencoba menjelaskan kembali apa yang baru saja dipelajari.
Menurut American Psychological Association (APA), latihan mengambil kembali informasi dari ingatan dapat membantu memperkuat pembelajaran dan meningkatkan kemampuan mengingat materi di kemudian hari.
4. Gunakan Latihan Soal
Latihan soal bukan hanya berguna untuk mengetahui nilai, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar.
Setelah mempelajari satu topik, cobalah mengerjakan beberapa pertanyaan tanpa melihat catatan. Jika salah, periksa kembali jawabannya dan pahami bagian yang belum dikuasai.
Latihan tes yang dilakukan secara berkala merupakan salah satu teknik belajar yang memiliki dukungan penelitian, terutama jika dilakukan dengan jeda waktu.
5. Jelaskan Materi dengan Bahasa Sendiri
Salah satu cara mengetahui apakah sudah benar-benar memahami materi adalah dengan mencoba menjelaskannya menggunakan bahasa sendiri.
Misalnya, setelah membaca materi tentang fotosintesis, coba jelaskan pengertian dan prosesnya seolah-olah sedang menerangkannya kepada teman.
Jika masih kesulitan menjelaskan konsep secara sederhana, kemungkinan masih ada bagian materi yang perlu dipelajari kembali.
6. Buat Ringkasan yang Sederhana
Ringkasan dapat membantu mengorganisasi informasi yang sudah dipelajari. Namun, jangan sekadar menyalin seluruh isi buku.
Tuliskan kata kunci, konsep utama, rumus, definisi penting, serta hubungan antara satu konsep dengan konsep lainnya.
Untuk materi tertentu, diagram atau peta konsep juga dapat digunakan sebagai alat bantu. Namun, manfaatnya akan semakin baik jika tetap disertai usaha mengingat kembali informasi yang telah dipelajari.









