Daerah  

TPAK Perempuan Turun, Partisipasi Kerja Laki-laki Relatif Stabil hingga Februari 2026

Infografik Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki dan perempuan di Provinsi Jambi periode Februari 2024–Februari 2026 menunjukkan TPAK laki-laki relatif stabil, sementara TPAK perempuan mengalami tren penurunan. Foto: BPS Provinsi Jambi.

SIDAKPOST.ID, JAMBI — Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki dan perempuan di Provinsi Jambi mengalami fluktuasi selama periode Februari 2024 hingga Februari 2026. Berdasarkan data yang ditampilkan dalam infografik, TPAK laki-laki cenderung stabil, sementara TPAK perempuan menunjukkan tren penurunan.

Pada Februari 2024, TPAK laki-laki tercatat sebesar 85,16 persen, sedangkan perempuan 48,43 persen. Total TPAK berada di angka 67,09 persen.

Memasuki Februari 2025, TPAK laki-laki meningkat tipis menjadi 85,43 persen. Namun, TPAK perempuan turun menjadi 48,22 persen. Secara total, TPAK tercatat 67,11 persen.

Baca Juga :  Tahun Depan Batik Air Akan Layani Penerbangan di Bandara Muara Bungo

Sementara itu, pada Februari 2026, TPAK laki-laki sedikit menurun ke angka 85,21 persen. Penurunan lebih terlihat pada TPAK perempuan yang berada di level 45,61 persen. Kondisi tersebut turut mendorong penurunan total TPAK menjadi 65,69 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan partisipasi angkatan kerja laki-laki di Jambi masih relatif stabil dalam tiga tahun terakhir. Namun, partisipasi perempuan mengalami penurunan cukup signifikan pada Februari 2026.

Baca Juga :  Kepala Basarnas Temui Korban KM Santika Nusantara

“Penurunan partisipasi perempuan ini perlu menjadi perhatian bersama karena dapat memengaruhi kondisi ketenagakerjaan dan produktivitas ekonomi daerah secara keseluruhan,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan TPAK perempuan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi rumah tangga, kesempatan kerja, hingga keterlibatan perempuan dalam aktivitas nonformal maupun domestik.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja bagi perempuan menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga keseimbangan partisipasi angkatan kerja di daerah,” katanya. (Sum)