“Kami betiga kabur lewat belakang yang tembus dekat perumahan belakang kantor bupati,” ujarnya.
Terpisah, Adhe salah satu wali murid mengatakan santri tingkat Madrasah Aliayah turut disalahkan pihak yayasan atas kejadian tersebut. Pasalnya, mereka dianggap juga harus bertanggungjawab karena sudah senior.
“Kemarin adik ipar saya juga disuruh mencari siswa yang hilang tersebut. Sebelum dapat mereka tidak diperbolehkan untuk kembali ke pesantren, “ungkapnya. (jul)







