Pentingnya SOP Kebersihan dan Sanitasi dalam Pengolahan Makanan untuk Menjamin Keamanan Pangan

Ilustrasi pentingnya SOP kebersihan dan sanitasibdalam pengolahan makanan. Foto: Madi/ Generate by AI

Bahan pangan perlu disimpan sesuai jenis dan kebutuhan suhunya. Bahan mentah, terutama daging, unggas, dan ikan, harus dipisahkan dari makanan matang. Bahan yang mudah rusak perlu segera disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu yang sesuai agar pertumbuhan mikroorganisme dapat dikendalikan.

3. Kebersihan Peralatan dan Area Dapur

Peralatan seperti pisau, talenan, panci, wajan, dan wadah makanan harus dibersihkan setelah digunakan. Permukaan yang bersentuhan dengan makanan perlu dicuci dan disanitasi menggunakan metode serta bahan yang sesuai untuk permukaan kontak pangan.

Lantai, meja kerja, tempat pencucian, dan area penyimpanan juga harus dijaga kebersihannya. Sampah perlu ditempatkan dalam wadah yang sesuai dan dibuang secara teratur. Selain itu, pengendalian hama seperti lalat, kecoa, dan tikus harus dilakukan untuk mencegah pencemaran makanan.

Baca Juga :  Sate Taichan: Alternatif Makanan Gurih untuk Buka Puasa

4. Proses Pengolahan dan Pemasakan

Makanan harus diolah menggunakan air yang aman dan peralatan yang bersih. Bahan mentah dan makanan matang perlu ditangani secara terpisah untuk menghindari kontaminasi silang.

Makanan harus dimasak hingga mencapai tingkat kematangan dan suhu internal yang aman sesuai jenis pangan. Makanan matang juga perlu dilindungi dari debu, serangga, dan kontak dengan bahan mentah selama proses penyajian.

Baca Juga :  Rahasia Nikmatnya Daging Panggang Jambi yang Legendaris

5. Penyimpanan dan Penyajian Makanan

Makanan yang sudah matang harus disimpan pada suhu yang aman dan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Sebagai panduan umum, WHO menyarankan agar makanan matang yang mudah rusak tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam, disimpan dalam lemari pendingin pada suhu di bawah 5°C, atau dipertahankan tetap panas di atas 60°C sebelum disajikan.