MWCNU Rimbo Ilir Lakukan Pembinaan Pengurus Nahdlatul Ulama

Suasana MWCNU Rimbo ilir melakukan Pembinaan kepada Pengurus Nahdlotul Ulama (NU), bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Cendikia Maa'Arif Desa Rantau Kembang Kecamatan Rimbo ilir. Foto: Amir

SIDAKPOST.ID, TEBO – Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Rimbo ilir melakukan Pembinaan kepada Pengurus Nahdlotul Ulama (NU), bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Cendikia Maa’Arif Desa Rantau Kembang Kecamatan Rimbo ilir Kabupaten Tebo, pada Senin (29/12/2025).

Hadir dalam kegiatan ini Rois Syuriah PCNU Tebo KH Muhajir Ali, Khatib Syuriah PCNU Tebo KH Basri, S.Ag., M.Si., Sekretaris PCNU Tebo Gus Sukron Amin, jajaran pengurus MWCNU Rimbo Ilir, serta pengurus ranting NU se-Kecamatan Rimbo Ilir.

Ketua MWCNU Rimbo Ilir, Kyai Selamet, S.Ag., M.Pd.I., yang juga pengasuh Ponpes Cendekia Ma’arif, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan agenda rutin untuk memperkuat peran pengurus NU di tingkat kecamatan dan ranting.

Baca Juga :  Sekda Sindi Tutup MTQ ke-21 Kabupaten Tebo, Rimbo Ilir Raih Juara Umum

“Pembinaan ini bertujuan memperkuat kapasitas pengurus dalam menjalankan program-program Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembinaan mencakup aspek keorganisasian, keagamaan seperti tilawah dan amaliah, pendidikan, sosial, ekonomi, hingga pengembangan kader. Dengan demikian, pengurus diharapkan semakin solid, efektif, serta mampu melayani umat dan memperkokoh ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Baca Juga :  Momen HUT Desa Sidorejo ke-47, Gelar Istiqosah dan Doa Bersama

Sementara itu, Khatib Syuriah MWCNU Rimbo Ilir, Gus Dani, yang juga pengasuh Ponpes Fathul Huda Desa Karang Dadi, menuturkan bahwa pembinaan ini tidak hanya ditujukan kepada pengurus ranting NU, tetapi juga jajaran pengurus MWCNU Rimbo Ilir.

“Tujuannya untuk penguatan organisasi, meningkatkan pemahaman pengurus terhadap AD/ART, menyelaraskan visi dan misi, serta membangun kekompakan. Selain itu, juga untuk meningkatkan kapasitas dan semangat baru kader dalam menjalankan program NU,” pungkasnya. (asa)