Menjaga Hati di Era Digital: Etika Ber-Islam di Media Sosial

ilustrasi yang menggambarkan etika ber-Islam di media sosial. Gambar: AI

4. Mengisi Media Sosial dengan Konten Bermanfaat

Daripada menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia, media sosial bisa menjadi sarana dakwah. Membagikan ilmu, motivasi Islami, nasihat bijak, dan kebaikan lainnya akan memberikan manfaat luas. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad).

5. Menjaga Waktu dan Hati dari Kecanduan

Salah satu dampak negatif media sosial adalah membuat orang lalai dari kewajiban. Banyak yang lupa shalat, mengabaikan keluarga, atau membuang waktu berjam-jam hanya untuk scroll tanpa arah. Mengatur waktu dan membatasi penggunaan media sosial adalah bentuk menjaga hati agar tetap fokus pada ibadah.


Kesimpulan

Media sosial adalah ujian besar di era digital. Dengan menjaga hati, adab, serta menggunakan media sosial sesuai etika Islam, kita dapat menjadikannya sebagai sarana kebaikan. Ingatlah, setiap kata dan tindakan akan dipertanggungjawabkan. Maka, mari bijak dalam bermedia sosial agar tetap dalam ridha Allah.

Baca Juga :  Keutamaan Sedekah dalam Islam dan Manfaatnya

Baca Juga :  Keutamaan Shalat Lima Waktu: Tiang Agama yang Tak Tergantikan

Editor: Madi