Ibu korban mengaku bahwa Lelaki yang mengajak anaknya itu, dua hari sebelumnya pernah datang ke rumah dan sempat makan di rumahnya.
“Hari itu Dia menyampaikan maksud ingin membawa Mintana ke rumahnya, sebagai pengasuh anaknya. Tapi kami tolak, karena Mintana tidak sehat dan Dia juga yang mengasuh adiknya di rumah,” kata ibu korban lagi.
Namun sikap orang tua Mintana sangat disayangkan, karena pada hari minggu anaknya dibawa orang, mereka tidak langsung mencari keberadaan putrinya..
“Kami mencari Mintana pada hari Selasa. Dicari ke rumah Lelaki itu, rupanya Dia sudah dua bulan bercerai dengan istrinya dan tidak pernah lagi pulang ke rumah istrinya itu,” tutur Risnawati.
Barulah besoknya, Rabu (13/8/28), keluarga korban mendapat informasi dari media sosial, bahwa ada penemuan mayat di Pasaman, yang fotonya mirip Mintana.
Setelah melaporkan anaknya hilang di Polres Padang Lawas, Rabu, dan menghubungi Polisi Polres Pasaman, keluarga itu langsung berangkat ke Padang, karena jasad Mintana sudah dibawa ke rumah sakit Polda Sumbar.
Di RS Bhayangkara, orang tua Mintana melihat langsung jasad korban.
“Kalau wajahnya sudah sulit dikenali, karena sudah bengkak dan mulai membusuk. Tapi setelah saya buka kakinya, nampaklah ciri-ciri anak saya, kuku jempol kirinya sedikit bergulung, termasuk kuku tangannya merah karena pakai inai,” kata Risnawati.
Keterangan ibu korban, Mintana merupakan anak ke 2 dari 5 bersaudara dan ke lima anaknya perempuan.
“Mintana memang sudah 15 tahun umurnya, tapi pikirannya masih seperti anak-anak dan bermainnya juga masih sama anak-anak,” kata ibunya.
Keluarga Saripudin dan Risnawati tergolong keluarga kurang mampu. Pekerjaan mereka sehari hari sebagai buruh tani, yang bekerja di kebun orang lain.







