Jangan Sembarangan Klik Link! Kenali 7 Ciri Pesan Penipuan Digital yang Bisa Menguras Rekening

Ilustrasi modus penipuan digital melalui tautan palsu (phishing) yang mengancam keamanan data pribadi dan rekening keuangan. Foto: Madi/ Generate by AI

Tekanan tersebut sengaja dibuat agar korban tidak sempat memeriksa kebenaran informasi.

Jika menerima pesan seperti ini, jangan terburu-buru mengambil tindakan. Hubungi layanan resmi lembaga terkait untuk memastikan kebenarannya.

6. Berasal dari Nomor atau Akun yang Tidak Terverifikasi

Pesan yang dikirim melalui nomor tidak dikenal, akun media sosial palsu, atau alamat email mencurigakan juga perlu diwaspadai.

Pelaku bisa menggunakan foto profil, nama, bahkan identitas orang yang dikenal untuk meyakinkan calon korban.

Karena itu, jangan langsung percaya ketika menerima permintaan transfer uang atau informasi pribadi melalui pesan singkat.

Lakukan konfirmasi melalui nomor telepon atau saluran komunikasi lain yang sudah diketahui kebenarannya.

7. Meminta Mengunduh Aplikasi atau File Tidak Resmi

Selain tautan situs palsu, pelaku juga dapat mengirimkan file atau aplikasi yang diklaim sebagai undangan digital, bukti pengiriman, dokumen tagihan, maupun formulir bantuan.

Baca Juga :  Cara Budidaya Ikan Nila dalam Kolam Terpal: Panduan Lengkap

Jika dipasang, aplikasi berbahaya berpotensi meminta akses ke SMS, notifikasi, atau informasi lain pada perangkat.

Akses tersebut dapat disalahgunakan untuk mencuri data, termasuk informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

Hindari mengunduh atau memasang aplikasi dari sumber yang tidak jelas. Gunakan toko aplikasi resmi dan periksa izin akses sebelum memasang aplikasi.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengeklik Link Penipuan?

Jika telanjur mengeklik tautan mencurigakan, jangan langsung panik. Segera lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Hentikan aktivitas pada halaman atau situs mencurigakan tersebut.
  2. Jangan memasukkan nomor rekening, PIN, kata sandi, maupun kode OTP.
  3. Jika sudah memasukkan informasi perbankan, segera hubungi bank melalui kanal resmi untuk meminta pengamanan rekening.
  4. Ganti kata sandi akun yang berpotensi terdampak dan periksa aktivitas transaksi.
  5. Jika sempat mengunduh atau memasang aplikasi mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan keamanan perangkat.
  6. Simpan bukti pesan, nomor pengirim, tautan, dan riwayat transaksi jika ada.
  7. Jika sudah mengalami kerugian finansial, segera laporkan kepada bank dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) melalui https://iasc.ojk.go.id.
Baca Juga :  Bijak Bermedia Sosial: Cara Sederhana Menjaga Privasi, Reputasi, dan Kenyamanan

Bijak Menggunakan Internet, Lindungi Data Pribadi

Kejahatan digital dapat menyasar siapa saja, tanpa memandang usia maupun tingkat pemahaman teknologi. Karena itu, kewaspadaan menjadi salah satu perlindungan penting saat beraktivitas di internet.