Kurikulum Merdeka menjadi langkah penting dalam reformasi pendidikan Indonesia. Dicanangkan sebagai pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa, kurikulum ini mendorong pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
Salah satu ciri utama Kurikulum Merdeka adalah pembelajaran berbasis projek. Siswa diajak untuk mengeksplorasi isu nyata dan memecahkannya secara kolaboratif. Hal ini bertujuan membangun kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Selain itu, guru memiliki kebebasan dalam menyusun modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi siswa. Ini menjadi peluang besar bagi guru untuk berinovasi dan menyesuaikan metode belajar yang lebih menarik.
Namun, dalam pelaksanaannya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Tidak semua guru memahami konsep Kurikulum Merdeka secara menyeluruh. Keterbatasan pelatihan dan bimbingan membuat implementasinya berjalan lambat.
Sekolah juga membutuhkan dukungan dalam hal administrasi dan pendampingan. Guru penggerak memiliki peran penting sebagai agen perubahan di sekolah. Mereka harus didorong dan difasilitasi untuk menjadi inspirasi bagi rekan sejawat.
Keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada sinergi antara guru, kepala sekolah, dan pemerintah daerah. Jika semua pihak bersinergi, maka pendidikan Indonesia bisa lebih adaptif dan memerdekakan potensi siswa sepenuhnya.
Editor: Madi








