Khusus jenjang SMP IT, pihak yayasan menyediakan kuota sebanyak 100 peserta didik yang terbagi dalam empat kelas, masing-masing 50 siswa putra dan 50 siswa putri.
Sekolah yang dipimpin Dr. Mukhlisin melalui Yayasan Ad-Dhuha tersebut juga menyediakan program pembebasan biaya pendidikan sebesar 100 persen bagi anak yatim dan piatu dengan persyaratan administrasi yang telah ditentukan.
Musril berharap keberadaan SIT Ad-Dhuha dapat terus berkembang dan menjadi salah satu lembaga pendidikan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan memiliki dasar keagamaan yang kuat.
Ia juga mengajak para orang tua untuk memberikan perhatian serius terhadap lingkungan pendidikan anak, mengingat sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan, kedisiplinan, serta karakter generasi penerus.
Menurut Musril, dukungan terhadap kemajuan pendidikan tidak cukup hanya disampaikan melalui ucapan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang ada di daerahnya.
“Saya menilai SIT Ad-Dhuha merupakan salah satu titik aman bagi orang tua untuk menyekolahkan anak. Karena itu, saya sendiri mempercayakan pendidikan anak saya yang paling kecil di sini. Harapan saya, anak tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga pendidikan agama dan pembinaan akhlak yang baik,” ujar Musril Saputra.
Ia juga berharap SIT Ad-Dhuha terus meningkatkan mutu pendidikan dan menjaga kepercayaan masyarakat yang telah menitipkan anak-anak mereka untuk belajar di sekolah tersebut.
“Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki bekal agama yang kuat. Saya mendukung keberadaan SIT Ad-Dhuha dan berharap sekolah ini terus berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat Pelepat Ilir dan Kabupaten Bungo,” pungkasnya. (sum)









