SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) hingga kini dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk Persia dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap distribusi energi, khususnya pasokan minyak mentah dan BBM.
Dilansir dari YouTube BeritaSatu dengan judul “Dua Tanker Pertamina Tertahan di Teluk Persia, Tak Bisa Lewati Selat Hormuz”, situasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur pelayaran internasional strategis. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur vital perdagangan minyak dunia.
Berdasarkan laporan tersebut, kedua tanker Pertamina masih menunggu kondisi yang dinilai aman untuk melanjutkan perjalanan. Penundaan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko terhadap keselamatan kapal dan awak.
Manajemen Pertamina disebut terus memantau perkembangan situasi secara intensif, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi energi nasional tetap terjaga.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai dampak langsung terhadap pasokan dalam negeri. Pemerintah dan Pertamina diharapkan segera mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas energi di tengah ketidakpastian global.
Selat Hormuz dikenal sebagai jalur sempit namun sangat strategis yang dilalui sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia. Gangguan di wilayah ini berpotensi menimbulkan efek domino terhadap harga energi global. (Sum)








