Bungo  

Bulan Puasa, Muda-Mudi di Bungo Terjaring Razia Pekat

Tampak Sejumlah muda mudi yang terjaring razia pekat oleh tim Terpadu digiring ke kantor Satpol PP Bungo. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Tim gabungan menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah hotel dan rumah kos di kabupaten Bungo,selama bulan ramadhan.Hasilnya, belasan muda mudi terjaring di kamar kos dan hotel, Minggu (28/2/2026) malam.

Tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, Kejaksaan serta Dinas Perizinan kabupaten Bungo telusuri sejumlah hotel dan rumah kos selama ramadhan 1447 H.

Kepala Satpol PP dan Damkar kabupaten Bungo Daruqotni menjelaskan, razia Pekat ini merupakan tindak lanjut laporan warga bahwa masih banyak rumah kos dan hotel yang menampung pasangan bukan suami istri selama bulan suci ramadhan.

Baca Juga :  Pemkab Bungo Dukung Penuh Program Jaminan JKN-KIS

“Dari hasil razia yang digelar ada 16 Muda- Mudi terjaring di hotel dan rumah kos dan seluruh yang terjaring kita data sekaligus kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut agar nanti diketahui dari mana mereka berasal,” ucap Daruqotni.

Kasat Pol PP juga menjelaskan semua yang terjaring razia akan membuat surat pernyataan dan akan dipanggil orang tua masing masing, biar mereka tahu kalau anak mereka terjaring razia di hotel dan rumah kos selama ramadhan.

“Karena 13 orang tidak memiliki identitas yang jelas maka terpaksa kami amankan di kantor Sat Pol PP untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, bagi yang tidak terlibat pelanggaran berat maka akan kita lepas,” tegasnya.

Baca Juga :  Oknum PNS Tebo Terjaring Razia Pekat di Bungo Mengaku Sudah Nikah Siri

Kasat Pol PP mengaskan, selama bulan suci ramadhan razia pekat akan dilakukan secara intensif bersama tim terpadu agar suansa ramadhan benar benar aman dari tindak pelanggaran yang melibatkan muda mudi di kabupaten Bungo.

“Kita ingin bulan ramadhan benar benar digunakan untuk beribadah apabila masih kita temukan pasangan atau muda mudi di hotel dan rumah kos setelah diberi surat pernyataan tanggung resiko,” tukasnya. (sri)