SIDAKPOST.ID, BUNGO – Baru baru ini warga Dusun Rantau Padan, kecamatan Rantau Padan, kabupaten Bungo, Jambi turun ke jalan menggelar aksi atas Peti yang beroperasi di sungai batang Bungo.
Belum tuntas masalah peti di hulu tepat di kecamatan Bathin III Ulu, kini menjadi sorotan warga sekitar peti di aliran sungai batang Bungo. Belum lagi yang di batu kerbau tiak akan pernah hilang.
Dari informasi yang dirangkum tim redaksi sidakpost.id memang adanya aktivitas peti menggunakan alat berat ini tidak lepas dari para oknum oknum yang ingin meruap cuan dari hasil perut bumi.
“Saya rasa untuk berantas peti alat berat di wilayah kabupaten Bungo ini sulit hal itu karena banyak yang bermain mata di balik mulusnya bisnis yang menjanjikan ini. Bukan rahasia umum lagi ada otak dibalik itu semua,” ungkap, YS kepada tim redaksi sidampost.id, Selasa (13/08).
Tak cuma itu, setiap kali ada sorotan peti di setiap wilayah pasti ada pro kontra di lapangan. Dimana antara yang berpihak kepada pemain peti dengan yang tidak berpihak. Situasi ini, sangat sulit untuk diungkapkan ke publik lantaran banyak yang kucing kucingan.
“Kalau mau benar benar memberantas peti menggunakan alat berat saya rasa sangat mudah dilakukan semua aparat yang ada di Bungo, termasuk aparat desa. Tapi kenyataannya saling tuding dan seolah olah tidak tahu menahu akan aktivitas tersebut,” ucapnya.
Di sisi lain, ketua JOIN Provinsi Jambi Zakaria juga tidak heran lagi dengan ada aktivitas peti menggunakan alat berat di sejumlah wilayah kabupaten Bungo ini. Dulu pemain secara diam diam, sekarang malah lebih terang terangan bermain.
“Saling tuding, saling salah, bahkan ada yang tak peduli dengan situasi yang ada. Bukan tidak pernah dirazia bahkan razia tidak tahu lagi berapa kali dilakukan tapi tidak membuat pelakunya jera,” ungkap Bungo Zeck sapaan akrabnya.








