Tebo  

Warga Padang Lamo Tebo Minta Presiden Turun Tangan Perbaiki Jalan Rusak Parah

Tokoh masyarakat Tebo, M Husni, yang juga merupakan insan pers. Foto: Lalu

SIDAKPOST.ID, TEBO – Masyarakat yang bermukim di sepanjang Jalan Padang Lamo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, kembali menyuarakan tuntutan keadilan atas kondisi infrastruktur yang hingga kini dinilai sangat memprihatinkan. Jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut dilaporkan telah lama mengalami kerusakan parah tanpa penanganan serius dari pemerintah.

Dalam aspirasi yang disampaikan, warga secara tegas meminta perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar segera turun tangan memperbaiki Jalan Padang Lamo. Mereka berharap langkah konkret segera diambil demi menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Jalan ini bukan hanya akses biasa, tapi penopang kehidupan kami. Kalau rusak terus, ekonomi bisa lumpuh,” ujar salah seorang warga Padang Lamo.

Baca Juga :  Merajut Silaturrahmi Sesama Insan Pers, Komunitas Wartawan Segera Hadir

Kondisi jalan yang berlubang, berlumpur saat hujan, serta berdebu saat musim kemarau disebut telah berlangsung cukup lama dan kerap dikeluhkan masyarakat. Warga menilai lambannya penanganan mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut.

Tokoh masyarakat Tebo Ulu, M Husni, mengungkapkan bahwa pihaknya bahkan berencana menggelar doa bersama sebagai bentuk keprihatinan sekaligus ikhtiar spiritual. Kegiatan tersebut diharapkan mampu mengetuk hati para pemangku kebijakan, khususnya Gubernur Jambi, agar lebih serius memperhatikan kondisi Jalan Padang Lamo.

Baca Juga :  Perampok Bersenpi di Tebo, Gasak Uang Tunai Rp 47 Juta

“Kami akan menggelar doa bersama sebagai bentuk ikhtiar. Semoga hati para pemimpin terbuka melihat penderitaan masyarakat Padang Lamo,” ujar Husni.

Ia menambahkan, aksi tersebut menjadi simbol kekecewaan warga yang merasa aspirasinya belum sepenuhnya didengar. Menurutnya, persoalan Jalan Padang Lamo kini bukan sekadar isu infrastruktur, melainkan telah menjadi cerminan ketimpangan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Masyarakat berharap suara mereka tidak lagi diabaikan. Perbaikan jalan bukan hanya soal fisik, tetapi tentang keadilan dan keberlangsungan hidup masyarakat yang selama ini merasa terpinggirkan,” tutupnya. (adl)