Sebagai contoh, gunakan 15 menit untuk merapikan ruang tamu, membersihkan meja, atau menyapu lantai dapur. Pada hari berikutnya, waktu tersebut bisa digunakan untuk membersihkan kamar tidur atau kamar mandi.
Agar lebih efektif, tentukan terlebih dahulu bagian yang ingin dibersihkan. Hindari melakukan terlalu banyak pekerjaan secara bersamaan karena dapat membuat waktu terbuang dan pekerjaan tidak selesai dengan maksimal.
3. Biasakan Mengembalikan Barang ke Tempatnya
Barang yang berserakan sering kali membuat rumah terlihat berantakan dan membutuhkan waktu tambahan untuk merapikannya. Oleh karena itu, biasakan mengembalikan setiap barang ke tempat semula setelah digunakan.
Sediakan tempat khusus untuk sepatu, tas, kunci, mainan anak, dan perlengkapan rumah tangga lainnya. Gunakan keranjang atau kotak penyimpanan agar barang-barang kecil lebih mudah ditemukan.
Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi pekerjaan berulang. Rumah pun akan terlihat lebih rapi sehingga kegiatan menyapu, mengepel, dan membersihkan permukaan meja menjadi lebih mudah.
4. Siapkan Peralatan Kebersihan dalam Satu Tempat
Sering kali waktu membersihkan rumah terbuang hanya untuk mencari sapu, kain lap, spons, atau cairan pembersih. Untuk menghindari hal tersebut, simpan peralatan kebersihan dalam satu keranjang atau tempat khusus.
Letakkan perlengkapan tersebut di lokasi yang mudah dijangkau, tetapi tetap aman dari anak-anak. Dengan begitu, semua kebutuhan dapat dibawa sekaligus ketika membersihkan ruangan.
Gunakan peralatan sesuai fungsinya agar pekerjaan lebih efektif. Pastikan juga kain lap dan spons dibersihkan secara teratur supaya tetap higienis dan siap digunakan kembali.
5. Bersihkan Rumah dari Atas ke Bawah
Urutan membersihkan rumah juga berpengaruh terhadap waktu dan tenaga yang digunakan. Sebaiknya, bersihkan bagian atas terlebih dahulu, seperti rak, meja, dan permukaan perabot, sebelum menyapu atau mengepel lantai.









