Atur suhu AC pada tingkat yang nyaman, misalnya sekitar 24–26 derajat Celsius, sesuai kondisi ruangan dan kebutuhan penghuni. Pastikan pintu serta jendela tertutup ketika AC menyala agar udara dingin tidak mudah keluar.
Bersihkan filter secara berkala dan lakukan perawatan sesuai petunjuk produsen. Jika ruangan tidak digunakan, matikan AC untuk menghindari pemakaian listrik yang tidak diperlukan.
4. Cabut Charger dan Perangkat Elektronik yang Tidak Dipakai
Sebagian perangkat masih dapat menggunakan listrik ketika berada dalam mode siaga atau standby. Besarnya konsumsi bergantung pada jenis dan desain perangkat.
Cabut charger dari stopkontak ketika tidak digunakan dan matikan perangkat elektronik yang tidak diperlukan. Untuk televisi, komputer, atau perangkat lain yang memiliki mode siaga, gunakan sakelar daya atau terminal listrik bersakelar jika sesuai dengan petunjuk keselamatan perangkat.
Namun, jangan mencabut perangkat yang memang harus tetap terhubung, seperti peralatan medis atau perangkat penting lainnya.
5. Gunakan Mesin Cuci dan Setrika Secara Terencana
Penggunaan mesin cuci dan setrika yang berulang kali dalam jumlah sedikit dapat membuat pemakaian listrik kurang efisien.
Usahakan mencuci pakaian ketika jumlahnya sudah mencukupi kapasitas mesin sesuai petunjuk penggunaan. Pilih program pencucian yang sesuai dengan tingkat kekotoran pakaian dan hindari menjalankan mesin dengan beban berlebihan.
Untuk menyetrika, kumpulkan pakaian terlebih dahulu agar kegiatan bisa dilakukan sekaligus. Matikan setrika setelah selesai dan cabut stekernya dengan aman.
6. Pilih Peralatan Elektronik yang Hemat Energi









