Sya’ban Datang, Sudahkah Kita Bersiap Menyambut Ramadhan?

Ilustrasi suasana spiritual bulan Sya’ban. Foto: AI

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Ia terletak di antara dua bulan mulia, yaitu Rajab dan Ramadhan. Karena posisinya tersebut, Sya’ban sering kali kurang mendapatkan perhatian, padahal Rasulullah ﷺ justru sangat memuliakan bulan ini.

Bulan yang Dicintai Rasulullah ﷺ

Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ memperbanyak ibadah puasa di bulan Sya’ban. Sayyidah Aisyah r.a. berkata bahwa beliau tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa sunnah dalam satu bulan lebih banyak daripada di bulan Sya’ban. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya bulan ini di sisi beliau.

Ketika ditanya tentang alasan beliau memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan oleh manusia, karena berada di antara Rajab dan Ramadhan. Padahal, pada bulan inilah amal-amal manusia diangkat dan dilaporkan kepada Allah ﷻ, dan Rasulullah ﷺ sangat mencintai agar amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.

Baca Juga :  Meraih Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

Bulan Diangkatnya Amal

Sya’ban dikenal sebagai bulan pengangkatan amal tahunan. Ini menjadi pengingat bagi kaum Muslimin untuk memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta membersihkan hati dari penyakit seperti iri, dengki, dan permusuhan. Dengan hati yang bersih dan amal yang baik, seorang Muslim berharap mendapatkan ridha Allah ﷻ.

Baca Juga :  Mengenal Sosok Abu Bakar Ash-Shiddiq

Persiapan Menuju Ramadhan

Sya’ban juga merupakan bulan persiapan menuju Ramadhan. Para ulama mengibaratkan Sya’ban seperti latihan sebelum memasuki medan utama, yaitu bulan Ramadhan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan mulai membiasakan diri dengan puasa sunnah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta meningkatkan kepedulian sosial.