SIDAKPOST.ID, BUNGO – Harga emas perhiasan di Kabupaten Bungo kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan.
Pada Kamis 15 Januari 2026, harga emas menyentuh Rp7.600.000 per mayam, naik cukup tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada di angka Rp7.300.000 per mayam.
Kenaikan harga tersenut terpantau di sejumlah toko emas yang beroperasi di pusat kota Muara Bungo. Aktivitas jual beli tetap berlangsung, meski sebagian pembeli terlihat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan transaksi.
Erwin salah satu pemilik Toko Mas Dubai membenarkan, adanya lonjakan harga emas per mayam dalam sepekan terakhir. Ia menyebut kenaikan terjadi secara bertahap mengikuti pergerakan harga pasar.
“Harga jual di toko kami naik. Minggu kemarin masih Rp7.300.000 per mayam, sekarang sudah Rp7.600.000,” ujar Erwin kepada Sidakpost.id saat dibincangi.
Meski demikian, Erwin menjelaskan bahwa kenaikan tersebut belum berdampak pada harga emas satuan gram.
Menurutnya, emas gram-an masih relatif stabil dan belum mengalami perubahan berarti. “Kalau untuk gram-an, sampai hari ini masih stabil,” tambahnya.
Hal serupa juga disampaikan penjaga Toko Mas Ratu, bahwa hingga saat ini harga emas gram-an masih dalam kategori normal, sehingga masih diminati oleh pembeli yang mencari alternatif investasi dengan nominal lebih kecil.
“Harga emas gram-an masih normal, belum ada lonjakan seperti per mayam,” cetusnya.
Kondisi ini tentu membuat sebagian masyarakat untuk memilih menunda pembelian perhiasan emas ukuran besar, sementara sebagian lainnya justru memanfaatkan momen kenaikan harga untuk menjual emas yang telah dimiliki guna meraih keuntungan.
Pantauan Sidakpost.id di beberapa toko emas di Kabupaten Bungo, transaksi tetap berjalan meski tidak seramai hari-hari biasa.
Para pedagang memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan, mengikuti dinamika pasar. (Del)







