Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap penting, tetapi harus berdasarkan fakta, data dan kepentingan masyarakat.
“Kalau memang ada persoalan, sampaikan berdasarkan fakta dan mekanisme yang benar. Jangan membangun opini yang justru dapat memecah masyarakat,” ujarnya.
Monadi-Murison Punya Modal Politik Kuat
Dari sisi politik, Citra melihat pasangan Monadi-Murison memiliki modal elektoral yang sangat kuat. Dalam Pilkada Kerinci 2024, pasangan ini memperoleh 72.130 suara atau 47,07 persen suara sah, sekaligus menjadi pasangan dengan perolehan suara tertinggi.
“Kalau masyarakat melihat kinerja mereka positif dan hubungan keduanya tetap solid, secara politik peluang keberlanjutan kepemimpinan tentu terbuka. Tetapi soal dua periode tetap merupakan dinamika politik dan belum menjadi keputusan,” katanya.
Ia menilai, kuatnya dukungan politik tersebut juga membuat berbagai narasi mengenai hubungan keduanya perlu dilihat secara kritis.
“Kalau ada pihak yang tidak menginginkan keberlanjutan pasangan ini, dinamika politik seperti itu sangat mungkin terjadi. Tetapi kita tidak boleh menuduh pihak tertentu tanpa bukti. Yang harus diwaspadai adalah opini yang tidak berdasar kemudian dipercaya sebagai fakta,” tegasnya.
Masyarakat Jangan Terprovokasi
Citra menegaskan, hubungan baik Monadi dan Murison bukan sesuatu yang baru. Sejak proses pencalonan Pilkada 2024, keduanya telah melewati berbagai dinamika politik hingga akhirnya memperoleh mandat masyarakat Kerinci.
“Yang harus dilihat masyarakat adalah hasil kerja. Apakah pelayanan berjalan, pembangunan bergerak dan kebutuhan masyarakat dari mudik, tengah hingga hilir diperhatikan. Itu ukuran yang sebenarnya,” katanya.









