Pemprov Jambi Dukung TVRI Sebagai Pemegang Hak Siar Piala Dunia 2026

Pemprov Jambi Dukung TVRI Sebagai Pemegang Hak Siar Piala Dunia 2026. Foto: Diskominfo Provinsi Jambi

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dukung TVRI sebagai pemegang hak siar piala dunia 2026 dengan melibatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sehingga berdampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat.

“Kita ucapkan selamat kepada TVRI sebagai penyelenggara siaran piala dunia, kita apresiasi hari ini sudah menyelenggarakan kick-off serentak di 34 Provinsi, ini langkah awal untuk masyarakat Indonesia bersiap bahwa di bulan Juni, ada piala dunia bisa disaksikan di TVRI,” kata Sekda Provinsi Jambi, Sudirman di Jambi, Minggu (1/2/2026).

Menurut Sekda, penyelenggaraan kegiatan penanda awal (kick-off) ini tidak hanya berfokus pada aspek olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  Rivan A Purwantono : Kolaborasi Kunci Kecepatan Santunan Korban Laka Bus Ciater

Tercatat, hampir 30 ribu UMKM di Provinsi Jambi terus didorong untuk tumbuh dan bergerak maju memanfaatkan momentum perhelatan besar ini.

​Mengingat sepak bola adalah olahraga yang sangat diminati oleh seluruh lapisan masyarakat, pemerintah mengimbau warga untuk menyaksikan siaran resmi melalui saluran TVRI dengan menggunakan antena UHF.

​Selain itu, diharapkan instansi pemerintah pusat, daerah, maupun pihak swasta dapat memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) demi memeriahkan suasana.

Baca Juga :  Jasa Raharja Jambi Sampaikan Hak Santunan Meninggal Dunia 2 Pembonceng Sepeda Motor Laka di Pijoan

Momentum ini juga menjadi harapan besar bagi kemajuan sepak bola nasional, dengan target besar agar Indonesia dapat menembus kualifikasi piala dunia pada edisi 2030 mendatang.

Kepala stasiun (Kepsta) TVRI Jambi, Herly Marjoni, mengungkapkan bahwasanya piala dunia bukan sekadar pesta olahraga, melainkan kado bagi seluruh rakyat Indonesia.

Melalui siaran TVRI yang menjangkau pelosok negeri, pemerintah berharap ajang ini mampu menghidupkan kembali ekonomi kerakyatan, mulai dari usaha sablon hingga pelaku UMKM di daerah.