SIDAKPOST.ID, BUNGO – Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mukti, Dusun Karya Harapan Mukti, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada 27 Januari 2026 dan Gebyar Undian pada 28 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi agenda rutin sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada seluruh anggota koperasi.
Ketua KUD Karya Mukti, Riswanto, menjelaskan bahwa RAT merupakan forum utama untuk menyampaikan hasil kinerja pengurus selama satu tahun, termasuk laporan keuangan dan rencana kerja ke depan.
“RAT adalah kewajiban pengurus untuk menyajikan hasil kinerja kepada anggota. Koperasi merupakan badan usaha, tentu ada perhitungan untung dan rugi. Jika ada keuntungan, itu menjadi tanda koperasi berkembang dan manfaatnya kembali kepada anggota,” ujar Riswanto.
Ia menambahkan, RAT tahun ini dapat diterima oleh seluruh anggota, termasuk rencana kerja yang telah disusun untuk tahun berikutnya. Sejumlah program lama tetap dilanjutkan, disertai beberapa program baru guna meningkatkan pelayanan koperasi.
Gebyar Undian yang digelar sehari setelah RAT merupakan bagian dari program KSP Arta Karya Sejahtera, lembaga simpan pinjam di bawah naungan KUD Karya Mukti, sebagai bentuk apresiasi kepada anggota. Dana kegiatan ini bersumber dari jasa usaha KSP.

Riswanto juga mengungkapkan bahwa tabungan anggota mengalami peningkatan, sebagai bukti tingginya partisipasi serta kepercayaan anggota terhadap kinerja pengurus.
“Ini menunjukkan anggota semakin percaya dan mendukung koperasi. Harapan kami, pemerintah daerah terus memberikan perlindungan dan kebijakan yang mendukung keberlangsungan koperasi,” katanya.
Ia menambahkan, dari target rencana kerja yang ditetapkan, realisasi capaian mencapai 98 persen, yang menunjukkan kinerja koperasi berjalan sesuai harapan.
Selain bergerak di bidang usaha, KUD Karya Mukti juga aktif merealisasikan program dana sosial (CSR). Program ini diperuntukkan bagi santunan anak yatim piatu, beasiswa bagi siswa SD kelas I hingga VI di dua sekolah dasar dan satu Madrasah Ibtidaiyah, santunan guru ngaji dari keluarga kurang mampu, serta santunan kematian bagi keluarga anggota yang meninggal dunia.
Tak hanya itu, koperasi juga mendukung kegiatan keagamaan dan majelis taklim di lingkungan masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial.
“Kami ingin koperasi tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga hadir dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” tutup Riswanto. (Del)







