Kopi Bukit 30 Tebo Berpeluang Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Hamparan perbukitan dan hutan tropis di kawasan Bukit 30, Kabupaten Tebo. Kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tigapuluh ini menjadi salah satu wilayah pengembangan kopi robusta lokal yang dikenal sebagai Kopi Bukit 30 atau Kopi Sepayung Robusta. (Dok. Ilustrasi/sidakpost.id)

Sepriadi mengatakan pengembangan kopi membutuhkan konsistensi dari petani, mulai dari pemilihan benih, proses budidaya hingga penanganan hasil panen.

Baginya, kualitas kopi tidak lahir secara instan, melainkan dari ketekunan petani menjaga setiap tahap produksi.

“Merawat tradisi, menanam dengan kualitas, dan menjaga ketelitian dalam setiap proses. Dari tanah yang baik diharapkan lahir cita rasa yang baik. Setiap benih adalah cerita rasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Ekonomi Indonesia 2026: Peluang Besar di Tengah Tantangan Global

Ia berharap Kopi Bukit 30 semakin dikenal sebagai produk lokal Tebo yang memiliki nilai ekonomi sekaligus identitas daerah.

Baca Juga :  Tomas Wanareja Garda Depan Menangkan Agus-Nazar

“Bagi masyarakat ingin mendapatkan Kopi Bukit 30 atau produk Coffee Roastery Sepayung, dapat menghubungi Adi Khulov di Wirotho Agung, Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo,” cetusnya. (asa)