Untuk membersihkannya, pastikan kompor dalam keadaan mati, dingin, dan tidak ada indikasi kebocoran gas. Lepaskan bagian tungku yang memang dapat dilepas sesuai buku petunjuk, kemudian bersihkan kotoran dengan sikat lembut.
Setelah dibersihkan, keringkan seluruh bagian sebelum dipasang kembali. Pastikan tutup tungku terpasang pada posisi yang tepat agar proses pembakaran berlangsung normal.
4. Periksa Pemantik Kompor
Pemantik berfungsi menghasilkan percikan api untuk menyalakan gas. Jika pemantik kotor, basah, atau mengalami kerusakan, kompor mungkin tidak menyala meskipun gas masih tersedia.
Perhatikan apakah pemantik menghasilkan percikan ketika kenop diputar. Jika tidak ada percikan, kemungkinan terdapat kotoran, kelembapan, atau gangguan pada komponen pemantik.
Pada kompor yang menggunakan baterai, periksa baterai sesuai petunjuk produsennya. Pastikan kompor tidak terhubung dengan sumber gas yang bocor saat melakukan pemeriksaan.
Hindari menguji pemantik berulang kali apabila tercium bau gas. Jangan membongkar komponen listrik atau pemantik jika tidak memahami prosedur perbaikannya.
5. Pastikan Aliran Gas Tidak Terhambat
Gas mungkin masih tersisa di dalam tabung, tetapi alirannya menuju kompor tidak lancar. Kondisi ini dapat berkaitan dengan regulator, selang, atau komponen pengatur aliran gas.
Periksa apakah selang tertekuk dan apakah regulator terpasang sesuai petunjuk. Jangan menusuk katup tabung, memasukkan benda ke saluran gas, atau mencoba mengubah tekanan regulator sendiri.
Jika semua bagian yang dapat diperiksa secara aman terlihat normal tetapi kompor tetap sulit menyala, mintalah teknisi yang kompeten memeriksa sistem aliran gas.
6. Periksa Kondisi Komponen Kompor
Apabila regulator, selang, tungku, dan pemantik terlihat normal, kemungkinan terdapat gangguan pada komponen internal kompor.









