“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai karhutla terus berulang dan dampaknya semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Selain berdampak terhadap kesehatan, kabut asap juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Jarak pandang yang terbatas dapat menyulitkan pengendara melihat kondisi jalan maupun mengantisipasi kendaraan di depannya.
Amir pun mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan selama kabut asap masih pekat. Pengendara diminta menyalakan lampu kendaraan, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
“Mari kita cegah karhutla sejak dini. Jangan membakar sampah sembarangan, gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, dan berhati-hatilah ketika berkendara. Jika jarak pandang sangat terbatas, utamakan keselamatan,” pungkasnya. (asa)









