Ketiga, Indeks Gini tahun 2019 berada pada angka 0,32. Angka tersebut merupakan salah satu wujud keberhasilan Kabupaten Bungo dalam rangka mengurangi ketimpangan pendapatan. Karena angka tersebut masuk ke dalam kategori ketimpangan rendah.
Sejalan dengan kondisi tersebut, maka terjadi penurunan persentase penduduk miskin di Kabupaten Bungo sebesar 0,18 persen sampai dengan tahun 2019.
Ke empat, Kabupaten Bungo era HAMAS-APRI berhasil mengendalikan angka implasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, angka inflasi Kabupaten Bungo berada pada 2,61 persen.
Padahal tahun 2018 angka implasi sebesar 4,25 persen. Atas keberhasilan itu pula Pemkab Bungo mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai TPID nominasi terbaik dan penghargaan dari Gubernur Jambi sebagai TPID terbaik tingkat Provinsi Jambi.
Kelima, Pemerintah Kabupaten Bungo era HAMAS-APRI juga berhasil mendapatkan predikat B pada tahun 2019 atas prestasi dalam Akuntabilitas Kinerja Pemerintah. Itu setelah dianggap konsisten mempedomani Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Keenam, dari sisi pelaporan keuangan, Pemerintah Kabupaten Bungo era HAMAS-APRI mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, tahun 2018 dan 2019.
Ke tujuh, pemerintahan era HAMAS-APRI juga berhasil mensinergikan program pembangunan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Bungo. Termasuk berhasil menjalankan program pemberdayaan dengan program Gerakan Dusun Membangun(GDM).
Dampaknya, sampai saat ini terdapat 28 Dusun maju di bumi langkah serentak limbai seayun. Padahal tahun 2016 lalu hanya terdapat 1 dusun maju.








