Terkait hal tersebut, Gubernur Al Haris mengatakan bahwa ada program dari Kementerian Pertanian yaitu Optimasi Lahan, dimana Provinsi Jambi mendapatkan dana sekitar 68 Miliar.
“Tahun ini ada program dari Kementerian Pertanian, itu namanya optimasi lahan ya, kita Jambi dapat sekitar 68 miliar. Jadi untuk pembebasan lahan 20 hektar ini saya alihkan kesini biar Dandim yang mengerjakannya,” ungkap Al Haris.
Lebih lanjut dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris mengatakan, kondisi pangan di Provinsi Jambi mengalami pasang surut.
Hal ini disebabkan karena ada alih fungsi lahan dari lahan sawah menjadi lahan kebun sawit sehingga luas lahan sawah menurun dan produksi padi juga menurun.
“Luasan sawah kita sudah menurun, ada beberapa tempat sudah alih fungsi lahan, sudah jadi lahan sawit dan sebagainya, maka panen kita juga turun,” katanya.
Gubernur Al Haris juga mengatakan, Gerakan Tanam Padi Sawah merupakan salah satu bentuk aksi nyata Pemerintah Provinsi Jambi untuk menekan inflasi dan penguatan ketahanan pangan serta upaya mendukung percepatan antisipasi darurat pangan Indonesia.
Gubernur Al Haris mengungkapkan, di Provinsi Jambi pada tahun 2024 telah ditetapkan sasaran tanam padi seluas 109.260 hektar.
Untuk mendukung pencapaian sasaran tersebut telah dialokasikan kegiatan-kegiatan pengembangan tanaman pangan, baik melalui anggaran yang bersumber dari dana APBN maupun APBD Provinsi Jambi.
Upaya pencapaian sasaran pengembangan tanaman pangan di Provinsi Jambi dilaksanakan melalui 4 (empat) strategi utama, yaitu: peningkatan produktivitas melalui intensifikasi pertanian, optimalisasi dan perluasan areal tanam, pengamanan produksi dan penguatan kelembagaan.








